Judul : 70% Kebakaran Akibat Korsleting Listrik di Medan
link : 70% Kebakaran Akibat Korsleting Listrik di Medan
70% Kebakaran Akibat Korsleting Listrik di Medan
MEDAN, WOL – Kepala Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Marihot Tampubolon, menyebutkan 70 persen penyebab kebakaran di Kota Medan adalah akibat korsleting listrik atau arus pendek. Minimnya kepedulian masyarakat memeriksa alur listrik yang ada di rumah, juga menjadikan indikator terjadinya kebakaran.
“Yang paling mendominasi itu ya korsleting listrik. Ada juga karena tabung gas meledak atau kompor, karena puntung rokok, karena obat nyamuk dan lain-lain. Tapi yang paling sering ya itu, korsleting listrik,” ungkapnya kepada Waspada Online, Selasa (25/7).
Ditambahkan, guna mencegah terjadinya kebakaran atau meluasnya kawasan yang terbakar, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat melalui pihak kelurahan dan media massa. “Kita juga sering buat pelatihan pencegahan di masyarakat melalui kelurahan,” sambungnya.
Lebih lanjut Marihot mengimbau kepada masyarakat, agar menyediakan racun api, minimal 1 tabung untuk setiap rumah dan tergantung luasan rumah tersebut. Agar kebakaran yang terjadi tidak sempat meluas.
“Kita juga meminta masyarakat langsung menghubungi kita (Dinas P2K) ketika terjadi kebakaran. Jangan api sudah membesar dan sulit untuk dijinakkan, baru kita dihubungi. Itulah gunanya pelatihan tadi,” pungkasnya.
Pada Kamis (20/7) malam lalu telah terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan 41 unit rumah semi permanen di Jalan HM Yamin Gang Lurah, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan. Akibatnya 181 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sampai dengan hari ini, masyarakat masih berharap uluran tangan dermawan maupun pemerintah, agar beban berat untuk mengembalikan lagi fisik rumah idaman bisa terwujud.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN
Related