Judul : Dewan Organisasi Islam Malaysia: Tindakan Barbar Zionis Harus Ditanggapi dengan Berjihad – Majalah Ayah
link : Dewan Organisasi Islam Malaysia: Tindakan Barbar Zionis Harus Ditanggapi dengan Berjihad – Majalah Ayah
Dewan Organisasi Islam Malaysia: Tindakan Barbar Zionis Harus Ditanggapi dengan Berjihad – Majalah Ayah
Majalahayah.com, Kuala Lumpur – Presiden Dewan Konsultasi Organisasi Islam Malaysia (MAPIM), Mohammad Azmi Abdul Hamid mendesak digelarnya pertemuan khusus para pemimpin negara muslim. Langkah itu untuk membahas upaya melindungi Masjidil Aqsa dari kesewenangan Israel yang kini terjadi.
Pihaknya menilai peristiwa bentrokan yang melibatkan warga sipil Palestina dan tentara bersenjata Israel terutama di Tepi Barat, berpotensi menimbulkan kehancuran besar pada Masjidil Aqsa.
“Kami mendesak agar semua pemimpin muslim dari pemerintah, ilmuwan dan organisasi Islam mengadakan pertemuan khusus untuk membahas situasi saat ini di Al Aqsa, Baitul Maqdis,” katanya dalam rilis yang diterima Majalahayah.com, Rabu (26/7/2017).
Situasi saat ini, kata Azmi, mengarah pada respons brutal yang tidak terkendali oleh pasukan militer Israel untuk memadamkan kemarahan luas rakyat Palestina di Tepi Barat.
“Rezim Israel menggunakan kerusuhan publik di antara pemberontakan Palestina untuk memberlakukan kebijakan apartheid,” tukasnya.
“Kami memanggil para ilmuwan dan pemimpin muslim untuk mengirim pesan yang kuat kepada umat bahwa semua tindakan barbar oleh Zionis harus ditanggapi dengan seruan untuk berjihad,” serunya.
Selain itu, ia meminta para pemimpin muslim untuk melakukan penyelidikan dimana menurutnya situasi saat ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.
Dirinya juga mengkritik para pemimpin muslim, yang apabila para pemimpin muslim dunia tidak berdaya untuk bertindak, maka menurutnya mereka harus berhenti untuk mengekspresikan retorika.
“Mereka tidak dapat bergantung pada OKI maupun PBB untuk mengatasi ketegangan yang diciptakan oleh kebrutalan mencolok dari rezim Israel,” imbuhnya.
Azmi bersikukuh bahwa Al Aqsa adalah faktor penyatuan terkuat dan moment penting untuk mengumpulkan semua pemimpin gerakan Islam demi membebaskan masjid suci.
“Waktunya telah tiba, kecuali para pemimpin muslim menghindari perbedaan mereka di antara mereka, tidak ada harapan untuk melindungi Al Aqsa,” tandasnya.